Keterangan Gambar : Foto pengurus Ranting NU Bersama Pak Darso calon Jamaah Haji
KEUTAMAAN IBADAH HAJI DAN ZIARAH HAJI
Oleh : Ustad Subari. M, pd
Rukun Islam yang kelima adalah haji. Bagi umat Islam yang mampu, haji adalah wajib. Menjadi mampu berarti mampu secara fisik, psikologis, dan finansial.
Karena haji adalah rukun Islam, setiap Muslim yang mengingkari keberadaan ibadah ini berarti menyangkal Islam. Melakukan perjalanan pada hakikatnya adalah fardu 'ain hukumnya bagi setiap muslim, minimal sekali seumur hidup.
Kewajiban ibadah haji dihitung sejak seseorang dianggap telah memenuhi syarat wajib, yaitu beragama Islam, sudah baligh, berakal, merdeka, dan berkemampuan atau istitha'ah.
Sudah kita ketahui bersama bahwa haji adalah ibadah yang sangat mulia. Ibadah tersebut adalah bagian dari rukun Islam bagi orang yang mampu menunaikannya dan bagi yang belum mampu bisa sholat jumat dan ikut ziarah ke orang yang berhaji.
Keutamaan haji banyak disebutkan dalam Al Qur'an dan As Sunnah. Berikut beberapa di antaranya:
Pertama: Haji merupakan amalan yang paling afdhol.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata,
سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ »
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.” (HR.Bukhari no.1519)
Kedua: Jika ibadah haji tidak bercampur dengan dosa (syirik dan maksiat), maka balasannya adalah surga
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan
“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud, 'tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga', bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya menghapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” (Syarh Shahih Muslim, 9/119)
Ketiga: Haji termasuk jihad fii sabilillah (jihad di jalan Allah)
Dari 'Aisyah—ummul Mukminin—radhiyallahu 'anha, ia berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ « لاَ ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مبرُورٌ »
“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.” (HR.Bukhari no.1520)
Keempat: Haji akan menghapuskan kesalahaan dan dosa-dosa
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
“Siapa yang berhaji ke Ka'bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak melakukan kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR.Bukhari no.1521).
Kelima: Haji akan menghilangkan kefakiran dan dosa.
Dari Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Layanan Pelanggan dan Layanan Pelanggan يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan Panduan Pengguna
“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)
Keenam: Orang yang berhaji adalah tamu Allah
Dari Ibnu 'Umar, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda,
Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ
“Orang yang bergerak di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Begitu luar biasa pahala dari berhaji. Menurut ustadz Subari bagi yang belum bisa berangkat Haji dan umroh disaran mendatangi atau ziarah ke rumah orang yang akan berangkat haji dan pulang haji dan minta doa agar bisa berangkat haji. Karena Doa orang pulang haji selama 40 haji masih makbul. Cerita ini sudah banyak dilakukan oleh orang orang yang belum haji dan umroh.jika allah berkehendak berangkatkan haji maka akan berangkat, dari arah yang tidak bisa terjadi atau disangka sangka.
semoga kita pun termasuk orang-orang yang dimudahkan oleh Allah untuk menjadi tamu-Nya di rumah-Nya. Semoga kita dapat mempersiapkan ibadah tersebut dengan kematangan, fisik yang kuat, dan rizki yang halal.
(Di tulis dan diambil dari berbagai sumber oleh. Ustadz Subari)
Tulis Komentar