Keterangan Gambar : Berbuat baik itu akhlaq yang mulia
Marilah Bersyukur dan Rendah Hati, Terus Berbuat Baik Seperti Matahari.
Oleh : Kang Subari
Kita sering kali terobsesi dengan pencapaian dan pengakuan, sehingga kita lupa bahwa kebaikan dan kebajikan tidak harus diiringi dengan sorotan dan pujian. Seperti matahari yang selalu menyinari bumi, kita harus terus berbuat baik tanpa mengharapkan balasan.
Matahari tidak pernah berhenti menyinari, bahkan ketika awan menutupi cahayanya. Ia terus berputar dan memberikan kehangatan kepada semua makhluk di bumi. Begitu juga kita, harus terus berbuat baik tanpa memikirkan apakah kita dihargai atau tidak.
Seperti jam dinding yang terus berjalan tanpa henti, kita harus terus bergerak maju dan melakukan kebaikan tanpa mengharapkan pujian. Jam dinding tidak pernah berhenti berjalan, bahkan ketika tidak ada yang memperhatikan. Ia terus berputar dan menunjukkan waktu dengan setia.
Dan seperti payung yang menjadi payung untuk hujan, kita harus menjadi tempat berlindung bagi orang lain yang membutuhkan. Payung tidak pernah meminta imbalan atas kebaikannya, ia hanya ingin membantu orang lain agar tidak kehujanan. Begitu juga kita, harus menjadi tempat berlindung bagi orang lain yang membutuhkan, tanpa mengharapkan balasan.
Namun, seringkali kita seperti payung yang setelah hujan ditaruh di tempat yang paling pojok, tidak dihargai dan dilupakan. Kita merasa tidak dihargai dan tidak diakui atas kebaikan kita. Tapi, kita harus ingat bahwa kebaikan tidak harus diiringi dengan pengakuan. Kita harus terus berbuat baik karena itu adalah bagian dari diri kita, bukan karena kita ingin dihargai.
Mari kita terus berbuat baik meski dicaci maki di hina seperti matahari, jam dinding, dan payung. Mari kita terus menyinari, bergerak maju, dan menjadi tempat berlindung bagi orang lain.
Mari kita terus berbuat baik tanpa mengharapkan balasan, karena itu adalah kunci untuk hidup yang bahagia dan bermakna bersama keluarga.
Tulis Komentar